Translate

Sabtu, 03 Januari 2009

Waktu

Bayangkan ada sebuah bank yang memberimu pinjaman uang sejumlah
Rp. 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus kau gunakan.
Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak kau gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan kau lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberimu 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak kau gunakan untuk tujuan baik, karena ia tidak memberikan sisa waktunya padamu. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untukmu. Setiap malam ia akan menghanguskan yang
tersisa. Jika kau tidak menggunakannya maka kerugian akan meninpamu.

Kamu tidak bisa menariknya kembali. Juga, kamu tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan hari. Kamu harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesanmu.


Jam terus berdetak. Gunakan waktumu sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan prematur.

Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.

Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan kereta.

Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari
kecelakaan.

Agar tahu pentingnya waktu SEMILI DETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

Hargailah selalu Waktumu Jangan pernah kau sia-siakan

Bodoh vs Pinter Bob Sadino

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.

Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.

Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.

1. Terlalu Banyak Ide - Orang "pintar" biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang "bodoh" mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai - Orang "bodoh" biasanya lebih berani dibanding orang "pintar", kenapa ? Karena orang "bodoh" sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang "pintar" telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis - Sebagian besar orang "pintar" sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang "bodoh" tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses - Orang "Pintar" merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang "bodoh" merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar - Orang "Pintar" berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang "bodoh" tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi - Orang "Pintar" menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang "Bodoh" berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai - Orang "Pintar" yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang "bodoh" tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri - Orang "Pintar" berpikir "aku pasti bisa mengerjakan semuanya", sedangkan orang "bodoh" menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan - Orang "Pintar" menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang "bodoh" berpikir simple, "yang penting produknya terjual".

10. Tidak Fokus - Orang "Pintar" sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang "bodoh" tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen - Orang "Pintar" sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang "bodoh" ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas -Orang "bodoh" kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang "pintar" sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas - Orang "Pintar" dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang "bodoh" mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas - Orang "Pintar" sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang "Bodoh" ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas - Banyak orang "Bodoh" yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang "Pintar" malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Menacampuradukan Keuangan - Seorang "pintar" sekalipu tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah - Orang "Pintar" merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang "Bodoh" seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan - Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan "TUHAN". Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga - Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk - Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

Lupakanlah dia

Cara untuk membuat patah hati menjadi tidak begitu menyakitkan :

A. Yakinkan diri bahwa berpisah darinya adalah yang terbaik

1. Pikirkan dan catat semua kejelekan dan keburukan pacar kita, sebagai penguat hati

2. Buat suatu khayalan bahwa karena keburukannya itu anda memutuskan si dia.

3. Tekankan dalam hati bahwa akan hidup bahagia tanpa si dia.

B. Lihatlah apa yang terjadi padanya sesudah putus

1. Lihatlah bagaimana si dia jadi sakit hati, membenci anda sehabis2nya. Bejat ga tuh.

2. Lihatlah bagaimana dia tiba2 punya gandengan baru.

C. Dari poin A dan B, ambillah kesimpulan

1. Apabila hubungan tetap dilanjutkan maka masa depan anda akan suram.

2. Setidaknya anda dapat pengalaman hidup yang sangat berharga untuk kehidupan di masa mendatang. Paling minimal : jangan diulangi lagi!

3. Pasti ada cowok / cewek lain yang menunggu di luar sana, menunggu untuk menjadi kekasih pujaan hati kita.


Begitulah beberapa contoh bagaimana membuat sesuatu yang buruk terlihat menjadi begitu baik dan membahagiakan. Selama melakukan manipulasi otak jangan mikirin kenangan bersama si dia lagi. Setelah semua lancar batu anda cari pengganti dirinya. Begitulah kira-kira obat dan solusi untuk sakit hati ditinggal pacar.


SEMANGAT!!!!!!!!!

Jumat, 02 Januari 2009

Berhenti membuat orang senang secara semu

Jika Andrea Hirata menulis ada sekian banyak ciri-ciri orang gila dalam buku fenomenalnya "Laskar Pelangi", maka saya juga punya beberapa list yang membuat orang mempersulit diri sendiri dan membuat susah hidupnya, keluarganya dan masa depannya. List ini saya tuliskan secara bertahap karena mungkin bisa berguna.

List pertama adalah "Membuat orang lain senang secara semu". Semu yang saya maksud adalah memaksakan diri agar orang lain bisa senang. Dalam bahasa sederhana, kalimat diatas sama dengan membuat orang lain senang dengan cara mengorbankan diri sendiri.

Berapa banyak dari kita yang terpaksa berhutang kartu kredit besar-besaran dan terlilit hutang yang sulit dilunasi hanya karena kita gengsi. Hanya karena kita harus mentraktir orang lain supaya mereka senang dan mau mengapresiasi kita.

Berapa banyak dari kita yang terlibat narkoba hanya karena kita tidak enak pada teman. Karena kita takut dianggap pengecut.

Berapa banyak dari kita yang berani mengeroyok orang lain, melukai orang lain, menyiksa orang lain hanya karena kita tidak mau dianggap tidak setia kawan.

Berhentilah berbuat demikian. Anda tidak akan bahagia. Jika anda menyangka orang lain akan bahagia dengan cara demikian, percayalah, kebahagiaan itu tidak permanen dan dapat berubah dalam sekejap.

Berhentilah berkata "Ya" jika nurani anda berkata "tidak". Hidup kita adalah milik kita, susah senang kita juga yang menjalaninya. Mengapa kita harus mengorbankan hidup, kebahagiaan dan kesenangan kita hanya untuk membuat orang lain senang.

Berhentilah menipu diri sendiri dengan mengatakan, "Saya bahagia jika kamu bahagia, meski untuk itu kamu harus berpisah denganku". Sentimentil silakan saja tapi jangan memaksakan diri untuk berkorban terlalu besar.

Saya mungkin kelihatan terlalu fatalis dan terlalu menimbang untung rugi dari suatu pengorbanan. Sebenarnya tidak juga. Saya hanya ingin kita semua dapat menjalani hidup tanpa harus menjadi bunglon. Kelihatan bahagia diluar namun merana didalam. Kelihatan senang namun ternyata menyimpan duka lara dihati.

Saya teringat kisah seorang teman yang terlibat hutang kartu kredit yang sangat besar dan menjadi kejaran debt collector. Gaji yang dia dapatkan hanya cukup untuk sekedar membayar minimum payment tagihan kartu kredit. Bunga kartu kredit yang berbunga lagi membuat hatinya tak pernah berbunga-bunga.

Dia sebenarnya punya pekerjaan yang baik dan penghasilan yang cukup, namun dia orangnya "tidak enakan". Jika ada rekan kantor yang menyindir, "Ayo dong makan diluar", dia tidak menolaknya meski untuk itu dia harus menggesek kartu kredit.

Awalnya berupa traktir makan. Kemudian clubbing. Kemudian gengsi merk dan seterusnya. Lama-lama, hal tersebut mulai menggerogoti kesehatan finansialnya. Mulai berdampak pada prestasi kerjanya. Jika tidak hati-hati, dia akan terjerembab pada kesulitan keuangan yang berasal dari kasus yang sepele.

Mencari dan membangun pertemanan adalah sesuatu yang positif namun hendaknya dilakukan dengan cara yang positif juga. Jika ada orang lain yang baru mau berteman jika anda mau mentraktirnya, mau menuruti permintaannya, mau berkorban untuknya, pertimbangkanlah baik-baik sejauh mana anda harus berkorban.

Membuat orang lain senang dengan mengorbankan keuangan anda, kesehatan anda, kebahagiaan anda, itu sama saja membiarkan anda menjadi lilin yang membakar dirinya sendiri. Jika lilin memberikan arti cahaya dalam kegelapan, anda bisa jadi sekedar menjadi lilin disaat cahaya terang benderang. Sudah berkorban, tak bermanfaat pula

Kekasih standard dan kekasih sejati

Kekasih manakah suami/istri/pacar anda sekarang?
atau kekasih yg manakah anda?

Kekasih standard selalu ingat senyum di wajahmu
Kekasih sejati juga mengingat wajahmu waktu sedih

Kekasih standard akan membawamu makan makanan yang enak-enak
Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang kamu suka

Kekasih standard setiap detik selalu menunggu telpon dari kamu
Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin menelponmu

Kekasih standard selalu mendoakanmu kebahagiaan
Kekasih sejati selalu berusaha memberimu kebahagiaan

Kekasih standard mengharapkan kamu berubah demi dia
Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk kamu

Kekasih standard paling sebal kamu menelpon waktu dia tidur
Kekasih sejati akan menanyakan kenapa sekarang kamu baru telpon?

Selasa, 30 Desember 2008

Jurus Anti Jomblo

1. Nggak Males !
Kata 'Males' harus dicoret dari daftar kegiatan kamu, bahkan dari menu keseharianmu.
Wajah cantik atau ganteng, belum cukup buat modal kamu untuk menarik lawan jenis kamu.

Makanya jangan males untuk mengembangkan diri kita semaksimal kemampuan yang kita punya. 
Kalau perlu perbanyak program pengembangan diri, biar makin lihai.



2. Jangan Jadi orang JUTEK!
Menjadi orang yang ramah dan murah senyum itu banyak untungnya juga.
Yang pasti kita bakal disukai oleh orang yang kita temui. Kesan pertama akan beda, dan akan selalu diingat.

Sebenarnya gampang untuk jadi Cowok atau Cewek yang ramah,
dengan bersikap nggak Jutek. Tapi jangan sampai SKSDSA
alias Sok Kenal Sok Deket Sok Akrab ama tiap orang dalam kesempatan yang nggak penting - penting amat.
Dan satu lagi, jangan asal senyum ke semua orang kalau belum yakin bakalan nggak ada yang respon, 
malah bakal ngejatuhin image kita.



3. Feminim and Maskulin !
Beauty and Handsome nggak selalu identik dengan body langsing, berlekuk indah atau kulit putih, 
buat yang cewek, atau body atletis, bermuka macho dan dada/perut berbidang buat yang cowok;
tapi lebih bagaimana kita mau appreciate atau mengahargai tubuh kita sendiri.

Artinya, selain menjaga tubuh dan merawat tubuh kita dengan baik,
jangan lupa mengisi jiwa dan pikiran kita dengan hal -hal yang positif dan bermanfaat.
Jadi kita bisa jadi lebih enak diajak ngobrol oleh teman kita,
nah inilah senjata / magnet buat merebut perhatian lawan jenis kita.



4. Tebar Jaring !
Menebar pesona juga harus dibarengin ama menebar jaring - jaring alias pukat penarik cinta. 
Perbanyak kesempatan bergaul kesemua lapisan dan perkumpulan.
Tapi jangan ke perkumpulan yang nggak - nggak yaa... Khan banyak sekarang perkumpulan hobby kita.

Tinggal pilih, lalu join ke dalam dah. Justru cinta kadang - kadang muncul dan melekat ke kita ditempat - tempat yang tidak terduga.
Siapa tahu ada cowok atau cewek yang nyantol ama kita.



5. Atur Waktu kamu!
Tanpa harus melupakan aktivitas kita sehari - hari,baik masih belajar atau udah kerja, 
nggak ada pantangan untuk kita buat meng-update jadwal acara kita buat terjun ke tempat-tempat keramaian,
seperti mal, liga olahraga, atau pagelaran teather; itu khan area pedekate bahkan berburu yang potensial. 

Kalau nggak sering terjun ke keramaian kapan ada cowok atau cewek yang melihat kita, 
atau yang iseng ngeggoda atau melihat kita tampil di depan publik, emang artis aja yang bisa...? hohohoho



6. Positive Thinking !
Ini yang terpenting dalam menjalankan keseharian, biar jomblo, tapi kudu berpikir positif.
Sehingga selalu terpacu untuk terus maju dan tidak pasrah ama ke-jombloan kita.
Udah nggak jaman lagi bagi yang cewek buat diam dan menunggu diajak cowok.
Berpikirlah positif,"Pasti ada yang bisa atau mau diajak jalan ma gue!".

Bagi para cowok, berpikir positif disegala hal, setelah ngelakuin no 1 sampe no 5,
masa sih nggak ada cewek yang tertarik, atau mulai mendekat.
Tapi inget kata ngajak jangan disalah artikan, 
ngajak yang dimaksud positifnya adalah memulai lebih dulu kepada lawan jenis untuk kenalan...



7. Pray, Effort and 'Never Give Up!'
Satu jurus sebelum pamungkas adalah Pray,Effort, and 'Never Give Up!'.
Bagi para jomblo, jangan berhenti berdoa, berharap dan berusaha,
karena dimana kita berusaha pasti selalu ada jalan yang diberikan.
Dan 'Never Give Up!' untuk terus mengembangkan diri, berkenalan,
menambah wawasan, berpikir positif, dan mencari pasangan.

Inget! berusaha tanpa didahului doa! Biar gimanapun, curhat ke Tuhan lebih enak dibanding ke seseorang, bisa bocor. 
Jurus yang ampuh, doakanlah tipe cowok atau cewek idola kamu tiap kamu berdoa,
siapa tahu akan menjadi kenyataan dan dibukakan jalan olehNya!



8. Update ke-GAPTEK-an kamu!
Nah, jurus akhir dari gw, dan mungkin agak modern dikit yaitu adalah 'Jangan GapTek' alias Gagap Teknologi. 
Sekarang ini makin banyak sarana untuk mempermudah berkomunikasi dengan orang lain. 
Selain teknologi hanphone atau Short Messaging Service (SMS) dan Chating, ada tempat dimana kita bisa mencari teman sebanyak mungkin dan memilih teman - teman kita.

lewat internet, kita bisa buka situs yang menyediakan jasa untuk bertukar obrolan dan juga gambar. 
Banyak sekali kemudahan dalam berkomunikasi didalamnya. Hanya tinggal mendaftarkan email kita, login, nah... terbuka dah gerbang komunikasi lintas negara.
Jadi cobain aja yaa, siapa tahu kamu bisa ketemu dengan teman atau bahkan pasangan kamu.

tips berpikir jernih dan kreatif

1. WAKTU YANG TEPAT
Sebagian orang yang lebih tua merasa pagi hari adalah saat yang paling enak untuk berpikir. Sementara pada orang yang lebih muda, sore hari justru menjadi saat tepat untuk berkreasi. Coba cermati, kapan Anda merasa bisa berpikir lebih jernih, dan selesaikan pekerjaan yang butuh pemikiran di waktu-waktu tersebut.

2. TERUS BELAJAR
Belajar terbukti berdampak positif terhadap kreativitas. Coba Anda ingat, saat sekolah dulu tentu Anda bisa lebih cepat menjawab soal matematika ketimbang saat sekarang, bukan? Usia memang ikut berpengaruh, tetapi proses belajar, dalam bentuk apa saja, terbukti juga berpengaruh terhadap kinerja otak. Jadi, jangan malas untuk selalu mempelajari hal-hal baru.

3. TULISKAN SEMUA HAL
Dengan menulis, Anda akan selalu terpacu untuk membacanya, sehingga ingatan pun lama-lama akan menyimpannya dalam otak. Ingat, tinta yang paling jelek pasti jauh lebih awet ketimbang ingatan yang terkuat sekalipun.

4. SELALU PRAKTIKKAN
Peribahasa lama mengajarkan, pisau yang tak diasah pasti akan cepat tumpul. Begitu pula otak kita. Apa artinya punya keterampilan baru jika kita tak pernah mempraktikannya? Jadi, teruslah mencoba mempraktikkan kemampuan Anda, karena itu akan membuat otak mengorganisasikan diri untuk selalu bekerja.

5. PENTINGNYA KONSENTRASI
Apakah Anda sering lupa nama seseorang, padahal Anda baru saja berkenalan dengannya di suatu seminar? Atau, pernahkah Anda tak tahu apa isi sebuah buku, padahal Anda baru saja membacanya beberapa menit lalu? Persoalannya bukan memori Anda yang salah, melainkan Anda tidak berkonsentrasi. Jadi, cobalah berkonsentrasi untuk semua hal.